Assalamualaikum,
Berita baik kepada semua, sila join http://groups.yahoo.com/group/Islamic-ebook/ dan download puluhan ebook Islam, tak percaya? malah lebih banyak buku-buku Islam dalam bhs melayu dan english akan di upload dari masa ke masa. Atau hantar email kosong ke Islamic-ebook-subscribe@yahoogroups.com untuk subscribe dan ikuti arahan seterusnya. Jika anda sudah join, sila sebarkan kpd kawan-kawan yang lain.
Dalam masa kurang dari 2 minggu group ini telah memcapai lebih dari 700 members.
Antara ebook Bhs Melayu yang boleh didownload;
ADAB PERGAULAN MENURUT AL-QURAN DAN AL-SUNNAH
Imam Al-Ghazali
Artikel Ilmiah Dr. Asri_V1.0
Oleh: Mohd Asri bin Zainul Abidin
BEBERAPA RAHSIA AL-QURAN
Oleh: Harun Yahya
FATWA QARDHAWI
Oleh: Dr. Yusuf Al-Qardhawi
FATWA-FATWA KONTEMPORER
Oleh: Dr. Yusuf Al-Qardhawi
HALAL DAN HARAM DALAM ISLAM
Oleh: Dr. Yusuf Al-Qardhawi
INILAH KEBENARAN
Oleh: Abdullah M. Al-Rehaili
KEABADIAN BARU BERMULA
Oleh: Harun Yahya
KITAB TAUHID
Oleh: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
KONSEP PERKAHWINAN DALAM ISLAM
Oleh: Yazid bin Abdul Qadir Jawas
MALAPETAKA AKHIR ZAMAN DAN CARA MENGATASINYA
Oleh: Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin
MENELAN AIR LIUR TIDAK MEMBATALKAN PUASA
Oleh: Hafiz Firdaus Abdullah
PENJELASAN TERHADAP FAHAMAN ANTI HADITH
Disusun oleh Cawangan Penyelidikan Islam
RELATIVITI MASA DAN HAKIKAT TAKDIR
Oleh: Harun Yahya
RISALAH RAMADHAN
Oleh: Syaikh Abdullah bin Jaarullah bin Ibrahim Al Jaarullah
SEJARAH HIDUP MUHAMMAD
Oleh: Muhammad Husain Haekal
TERJEMAHAN AL-QURAN
Terjemahan Al-Qur’an
Antara ebook Bhs English yang boleh didownload;
70 MATTERS RELATED TO FASTING
By: Syeikh Muhammed Salih Al-Munajjid
A BRIEF ILLUSTRATED GUIDE TO UNDERSTANDING ISLAM
By: I. A. Ibrahim
AL-SIYAM
By: El-Bahay El-Kholi
DYNAMICS OF ISLAMIC JIHAD
By: Dr. Muhammad Sharif Chaudhry
ESSENTIALS OF RAMADAN - THE FASTING MONTH
By: Tajuddin B. Shu'aib
ETERNITY HAS ALREADY BEGUN
By: Harun Yahya
FUNDAMENTALS OF ISLAMIC ECONOMIC SYSTEM
By: Dr. Muhammad Sharif Chaudhry
ISLAM AS I KNOW
R. Natarajan, winners of the ‘Great Essay contest ‘99’
RAMADAN AND FASTING
By: Abu Abdillah Abdelkader Kamel Tayebi al-Athari
SOCIAL AND MORAL CODE OF ISLAM
By: Dr. Muhammad Sharif Chaudhry
THE AMAZING QURAN
By: Dr. Gary Miller
THIS IS THE TRUTH
By: Abdullah M. Al-Rehaili
TIMELESSNESS AND THE REALITY OF FATE
By: Harun Yahya
WHAT IS ISLAM
By: Dr. Muhammad Sharif Chaudhry
WOMENS RIGHTS IN ISLAM
By: Dr. Muhammad Sharif Chaudhry
Wassalam
Info dari mnajem-BDN
"Mereka berkata bahwa jika seseorang sudah mencapai umur 40 tahun dan berada pada suatu perangai tertentu, maka ia tidak akan pernah berubah hingga datang kematiannya." Ingatlah firman Allah yang artinya, “Janganlah kamu merasa hina dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi darjatnya, jika sekiranya kamu benar-benar orang-orang yang beriman.” (Ali Imran: 139).
Wednesday, October 11, 2006
Sunday, October 08, 2006
Banyak forum singgahan acik sudah ghaib tanpa bayang?
Assalamu'alaikum wbt saudara saudari yg dirahmati Allah SWT,
Sejak akhir2 nie acik dapati ada beberapa forum yg selalu atau menjadi kebiasaan acik menjengahnyer telah ghaib, tak pastilah sebab apa ainyer telah ghiab, mungkin ada masalah server, tak bayar hosting ke hape wallahu a'lam bisshawab.
Antara forum tersebut ialah Sekampung.net, Myikim.net, dan jugak forum JAKIM. Bagi sesiapa yg nak cuba tgk laman2 yg dah ghaib nie boleh klik dipautan "ke ruang angkasa" acik sebelah kanan nie...
Justeru itu, acik dgn sedikit ilmu pengetahuan yg ada, cuba utk membina forum acik sendiri sedikit masalah lagi utk memastikan akan wujud satu forum yg benar2 membolehkan kiter semua menambah ilmu pengetahuan dgnnya... Insyaallah.
Wassalam.
Sejak akhir2 nie acik dapati ada beberapa forum yg selalu atau menjadi kebiasaan acik menjengahnyer telah ghaib, tak pastilah sebab apa ainyer telah ghiab, mungkin ada masalah server, tak bayar hosting ke hape wallahu a'lam bisshawab.
Antara forum tersebut ialah Sekampung.net, Myikim.net, dan jugak forum JAKIM. Bagi sesiapa yg nak cuba tgk laman2 yg dah ghaib nie boleh klik dipautan "ke ruang angkasa" acik sebelah kanan nie...
Justeru itu, acik dgn sedikit ilmu pengetahuan yg ada, cuba utk membina forum acik sendiri sedikit masalah lagi utk memastikan akan wujud satu forum yg benar2 membolehkan kiter semua menambah ilmu pengetahuan dgnnya... Insyaallah.
Wassalam.
Friday, October 06, 2006
Rasulullah & Pengemis Buta
Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, "Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya".
Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.
Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.
Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan istri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu,
"Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?".
Aisyah RA menjawab, "Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja".
"Apakah Itu?", tanya Abubakar RA.
"Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana", kata Aisyah RA.
Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya.
Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil menghardik, "Siapakah kamu ?". Abubakar RA menjawab, "Aku orang yang biasa."
"Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", bantah si pengemis buta itu.
"Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut setelah itu ia berikan padaku", pengemis itu melanjutkan
perkataannya.
Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, "Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu.
Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW".
Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, "Benarkah demikian?
Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... "
Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.
Nah, wahai saudaraku, bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah SAW?Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau?
Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq.
Kalaupun tidak bisa kita meneladani beliau seratus persen, alangkah baiknya kita berusaha meneladani sedikit demi sedikit, kita mulai dari apa yang kita sanggup melakukannya.
Sebarkanlah riwayat ini ke sebanyak orang apabila kamu mencintai Rasulullahmu...
"SEMOGA ALLAH MERAHMATI KITA SEMUA"
Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.
Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.
Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan istri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu,
"Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?".
Aisyah RA menjawab, "Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja".
"Apakah Itu?", tanya Abubakar RA.
"Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana", kata Aisyah RA.
Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya.
Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil menghardik, "Siapakah kamu ?". Abubakar RA menjawab, "Aku orang yang biasa."
"Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", bantah si pengemis buta itu.
"Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut setelah itu ia berikan padaku", pengemis itu melanjutkan
perkataannya.
Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, "Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu.
Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW".
Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, "Benarkah demikian?
Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... "
Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.
Nah, wahai saudaraku, bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah SAW?Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau?
Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq.
Kalaupun tidak bisa kita meneladani beliau seratus persen, alangkah baiknya kita berusaha meneladani sedikit demi sedikit, kita mulai dari apa yang kita sanggup melakukannya.
Sebarkanlah riwayat ini ke sebanyak orang apabila kamu mencintai Rasulullahmu...
"SEMOGA ALLAH MERAHMATI KITA SEMUA"
Thursday, October 05, 2006
Selamat Tinggal Avatar Lama...
Hehehe... berkuatkuasa serta merta avy terbaru akan digunakan. Yg hak lama... kiter simpan wat pekasam no...
Wednesday, October 04, 2006
Mengirim pahala bacaan kepada mayat.
MENGIRIM PAHALA BACAAN KEPADA MAYAT
BERTAHLIL merupakan satu perbuatan bacaan yang dilakukan untuk dikirimkan kepada seseorang yang meninggal dunia atau roh mayat. Ia merupakan satu tradisi tetap yang diamalkan di kalangan masyarakat kita pada hari ini.
Lazimnya, bacaan yang diucapkan semasa bertahlil ialah sedikit daripada ayat-ayat al-Qur'an yang tertentu, kalimah La Ilaha Illa Allah atau Subhanaallah atau lain-lain dengan niat bacaan-bacaan tersebut dapat dihadiahkan atau dikirimkan kepada orang yang meninggal dunia atau roh mayat di kalangan orang Islam. Terdapat seperkara yang belum diketahui oleh banyak di kalangan orang Islam sama ada yang benar-benar mengikut mazhab imam Syafie atau mereka yang hanya mengikut-ikut sahaja, adalah amalan bertahlil dan doa selamat yang kononnya
dikirimkan untuk seseorang yang mati sebenarnya bertentangan dengan banyak pendapat di kalangan ulama-ulama yang bermazhab imam Syafie. Ini termasuklah imam Syafie sendiri yang tidak sependapat atau tidak setuju dengan amalan bertahlil dan doa selamat. Terdapat juga ulama-ulama yang berpendapat amalan tersebut boleh dilakukan, namun pandangan tersebut adalah sangat lemah dan amat bertentangan dengan ajaran al-Qur'an (pada surah an-Najm ayat 39 dan sunnah nabi serta para sahabatnya).
Di bawah ini dibawakan sebahagian daripada pendapat ulama Safieyah berikutan masalah amalan tersebut. Pendapat-pendapat ini telah diambil dari kitab-kitab tafsir, kitab-kitab feqah dan kitab-kitab syarah hadith.
1. Pendapat Imam Syafie rahimahullah.
Imam Nawawi menyebutkan di dalam kitabnya, Syarah Muslim iaitu,
"Adalah, bacaan al-Qur'an (yang pahalanya dikirimkan kepada mayat), maka pendapat yang masyhur dalam mazhab Syafie ialah amalan tersebut tidak akan sampai kepada mayat. Sebagai dalilnya, imam Syafie dan para pengikutnya
mengambil daripada firman Allah SWT (yang bermaksud), "Dan seseorang itu tidak akan memperoleh melainkan pahala daripada daya usahanya sendiri." Serta dalam sebuah sabda Nabi Sallallahu `alaihi wasallam yang bermaksud, "Apabila manusia telah meninggal dunia, maka terputuslah segala amal
usahanya kecuali tiga daripada amalnya, sedekah jariah, ilmu yang dimanfaatkan dan anak (lelaki atau perempuan) soleh yang berdoa untuk simati" (an-Nawawi, Syarah Muslim : juz 1 hal; 9)
Lagi daripada imam Nawawi di dalam kitab Taklimatul Majmu', Syarah Muhazzab ada mengatakan,
"Adalah, membaca al-Qur'an dan mengirimkannya sebagai pahala untuk seseorang yang mati dan menggantikan sembahyang untuk seseorang yang mati atau sebagainya adalah tidak sampai kepada mayat yang dikirimkan menurut Jumhurul Ulama dan imam Syafie. Keterangan ini telah diulang beberapa kali oleh imam Nawawi di dalam kitabnya, Syarah Muslim" (as-Subuki, Taklimatul Majmu', Syarah Muhazzab: juz 10, hal; 426)
Menggantikan sembahyang untuk si mati bermaksud menggantikan sembahyang yang telah ditinggalkan oleh si mati semasa hidupnya.
2. Al-Haitami di dalam kitabnya, al-Fatawa al-Kubra al-Fiqhiyyah, berkata sebagai,
"Bagi seseorang mayat, tidak boleh dibacakan kepadanya apa-apa pun berdasarkan keterangan yang mutlak dari ulama Mutaqaddimin (terdahulu) iaitu baca-bacaan yang disedekahkan kepada si mati adalah tidak akan sampai kepadanya kerana pahala bacaan tersebut pembaca sahaja yang menerimanya.
Pahala yang diperolehi hasil daripada sesuatu amalan yang telah dibuat oleh amil (orang yang beramal) tidak boleh dipindahkan kepada orang lain berdasarkan sebuah firman Allah yang berbunyi, "Dan manusia tidak memperolehi kecuali pahala dari hasil usahanya sendiri." (Al-Haitami, al-Fatawa al-Kubra al-Fiqhiyah : juz 2, hal; 9)
3. Imam Muzani, di dalam Hamisy al-Umm, juga berkata,
"Rasulullah Sallallahu `alaihi wasallam telah memberitahu sebagaimana yang telah pun diberitakan dari Allah bahawa dosa seseorang akan menimpa dirinya sendiri seperti halnya sesuatu amal yang telah dikerjakan adalah hanya untuk dirinya sendiri bukan untuk orang lain dan ia tidak dapat dikirimkan kepada
orang lain."
(Tepi al-Umm as-Syafie : juz 7, hal ; 269)
4. Imam al-Khazin di dalam tafsirnya mengatakan,
"Dan yang masyhur di dalam mazhab Syafie adalah, bahawa bacaan al-Qur'an (yang pahalanya dikirimkan kepada mayat) adalah tidak dapat sampai kepada mayat yang dikirimkan" (Al-Khazin, al-Jamal : Juz 4, hal ; 236)
5. Di dalam tafsir Jalalain telah disebutkan seperti berikut,
"Maka seseorang tidak akan memperolehi pahala sedikit pun dari hasil usaha orang lain." (Tafsir Jalalain : juz 2, hal ; 197)
6. Ibnu Katsir di dalam tafsirnya, Tafsirul Qur'anil Azim telah menafsirkan surah an-Najm ayat 39 sebagai,
"Iaitu, sebagaimana dosa seseorang tidak boleh menimpa ke atas orang lain, begitu juga halnya seseorang manusia juga tidak boleh memperolehi sebarang pahala melainkan dari hasil usaha amalannya sendiri. Dan daripada surah an-najm ayat 39 ini, Imam Syafie r.a dan para ulama yang mengikutnya telah
mengambil kesimpulan bahawa, sebarang pahala bacaan yang dikirimkan kepada mayat adalah tidak akan sampai kepadanya kerana amalan tersebut bukan daripada hasil usahanya sendiri. Oleh sebab itu, Rasulullah Sallallahu `alaihi wasallam tidak pernah menganjurkan umatnya agar mengamalkan
(pengiriman tahlil atau doa selamat). Baginda juga tidak pernah memberikan bimbingan sama ada dengan nas atau berupa isyarat di dalam hal tersebut. Terdapat juga di kalangan para sahabat ada yang melakukan amalan tersebut tetapi sekiranya amalan tersebut memang satu amalan yang digalakkan,
tentunya mereka telah mengamalkannya lebih dari dulu lagi sedangkan amalan korban (mendekatkan diri kepada Allah) juga
terdapat batasan-batasan nas yang terdapat di dalam di dalam al-Qur'an dan sunnah Rasul Sallallahu `alaihi wasallam dan tidak boleh dipalingkan dengan qias-qias atau pendapat-pendapat ulama."
Demikianlah beberapa pendapat ulama Safiyah yang menyentuh tentang amalan bertahlil dan pengiriman pahala bacaan kepada si mati. Namun begitu, ternyata pendapat-pendapat tersebut telah bersepakat dan mempunyai satu pandangan yang teguh iaitu mengirimkan pahala bacaan al-Qur'an kepada si mati adalah tidak akan sampai kepada si mati atau roh yang dikirimkan. Kini, jelaslah bahawa pengiriman pahala melalui amalan tersebut tidak akan sampai kepada si mati. Jadi, segala amalan yang dilakukan seperti itu merupakan satu amalan yang sia-sia atau membazir sedangkan Islam amat melarang umatnya supaya tidak membazir. Dasar hukum yang telah para ulama tersebut ambil adalah dari firman Allah SWT di dalam surah an-Najm ayat 39 dan melalui hadith nabi Sallallahu `alaihi wasallam yang menerangkan bahawa apabila seseorang manusia itu mati,
segala amalannya di dunia telah terputus kecuali tiga keadaan iaitu, sedekah jariah, ilmu yang dimanfaatkan dan doa anak-anak yang soleh untuk kedua ibu bapanya. Apabila sudah jelas tentang hukum mengamalkan tahlil dan doa selamat, kini
timbul pula masalah lain iaitu di dalam bacaan tahlil sendiri ada menyebut,
"Allahumma ausil tsawmaba ma wara'nahu ila ruhi fulan."
Maksudnya, "Ya Allah, sampaikanlah pahala bacaan tahlil kami tadi kepada roh si Fulan."
Persoalan tersebut bolehlah dijawab, bahawa para ulama telah bersepakat, pengiriman pahala melalui bacaan tidak akan sampai kepada roh yang dikirimkan kerana ianya bertentangan dengan firman Allah di dalam surah
an-Najm ayat 39.
Jika difikirkan secara dalam, amalan bertahlil ini amat canggung di sisi Islam. Mana tidaknya, bertahlil atau mengirimkan pahala melalui bacaan kepada seseorang mayat merupakan satu perbuatan yang melanggar syariat Allah, tetapi kemudian dimohon pula agar tahlil tersebut diberikan pahala dan pahalanya pula dimohon agar disampaikan kepada si mati atau roh si Fulan. Tidakkah ianya satu perbuatan yang janggal?
Tahlilan Dan Kenduri Arwah Mengikut Mazhab Syafie/2
Sumber: Al ahkam.
Petikan dari saudara Tok Janggut (Mod BDN)
BERTAHLIL merupakan satu perbuatan bacaan yang dilakukan untuk dikirimkan kepada seseorang yang meninggal dunia atau roh mayat. Ia merupakan satu tradisi tetap yang diamalkan di kalangan masyarakat kita pada hari ini.
Lazimnya, bacaan yang diucapkan semasa bertahlil ialah sedikit daripada ayat-ayat al-Qur'an yang tertentu, kalimah La Ilaha Illa Allah atau Subhanaallah atau lain-lain dengan niat bacaan-bacaan tersebut dapat dihadiahkan atau dikirimkan kepada orang yang meninggal dunia atau roh mayat di kalangan orang Islam. Terdapat seperkara yang belum diketahui oleh banyak di kalangan orang Islam sama ada yang benar-benar mengikut mazhab imam Syafie atau mereka yang hanya mengikut-ikut sahaja, adalah amalan bertahlil dan doa selamat yang kononnya
dikirimkan untuk seseorang yang mati sebenarnya bertentangan dengan banyak pendapat di kalangan ulama-ulama yang bermazhab imam Syafie. Ini termasuklah imam Syafie sendiri yang tidak sependapat atau tidak setuju dengan amalan bertahlil dan doa selamat. Terdapat juga ulama-ulama yang berpendapat amalan tersebut boleh dilakukan, namun pandangan tersebut adalah sangat lemah dan amat bertentangan dengan ajaran al-Qur'an (pada surah an-Najm ayat 39 dan sunnah nabi serta para sahabatnya).
Di bawah ini dibawakan sebahagian daripada pendapat ulama Safieyah berikutan masalah amalan tersebut. Pendapat-pendapat ini telah diambil dari kitab-kitab tafsir, kitab-kitab feqah dan kitab-kitab syarah hadith.
1. Pendapat Imam Syafie rahimahullah.
Imam Nawawi menyebutkan di dalam kitabnya, Syarah Muslim iaitu,
"Adalah, bacaan al-Qur'an (yang pahalanya dikirimkan kepada mayat), maka pendapat yang masyhur dalam mazhab Syafie ialah amalan tersebut tidak akan sampai kepada mayat. Sebagai dalilnya, imam Syafie dan para pengikutnya
mengambil daripada firman Allah SWT (yang bermaksud), "Dan seseorang itu tidak akan memperoleh melainkan pahala daripada daya usahanya sendiri." Serta dalam sebuah sabda Nabi Sallallahu `alaihi wasallam yang bermaksud, "Apabila manusia telah meninggal dunia, maka terputuslah segala amal
usahanya kecuali tiga daripada amalnya, sedekah jariah, ilmu yang dimanfaatkan dan anak (lelaki atau perempuan) soleh yang berdoa untuk simati" (an-Nawawi, Syarah Muslim : juz 1 hal; 9)
Lagi daripada imam Nawawi di dalam kitab Taklimatul Majmu', Syarah Muhazzab ada mengatakan,
"Adalah, membaca al-Qur'an dan mengirimkannya sebagai pahala untuk seseorang yang mati dan menggantikan sembahyang untuk seseorang yang mati atau sebagainya adalah tidak sampai kepada mayat yang dikirimkan menurut Jumhurul Ulama dan imam Syafie. Keterangan ini telah diulang beberapa kali oleh imam Nawawi di dalam kitabnya, Syarah Muslim" (as-Subuki, Taklimatul Majmu', Syarah Muhazzab: juz 10, hal; 426)
Menggantikan sembahyang untuk si mati bermaksud menggantikan sembahyang yang telah ditinggalkan oleh si mati semasa hidupnya.
2. Al-Haitami di dalam kitabnya, al-Fatawa al-Kubra al-Fiqhiyyah, berkata sebagai,
"Bagi seseorang mayat, tidak boleh dibacakan kepadanya apa-apa pun berdasarkan keterangan yang mutlak dari ulama Mutaqaddimin (terdahulu) iaitu baca-bacaan yang disedekahkan kepada si mati adalah tidak akan sampai kepadanya kerana pahala bacaan tersebut pembaca sahaja yang menerimanya.
Pahala yang diperolehi hasil daripada sesuatu amalan yang telah dibuat oleh amil (orang yang beramal) tidak boleh dipindahkan kepada orang lain berdasarkan sebuah firman Allah yang berbunyi, "Dan manusia tidak memperolehi kecuali pahala dari hasil usahanya sendiri." (Al-Haitami, al-Fatawa al-Kubra al-Fiqhiyah : juz 2, hal; 9)
3. Imam Muzani, di dalam Hamisy al-Umm, juga berkata,
"Rasulullah Sallallahu `alaihi wasallam telah memberitahu sebagaimana yang telah pun diberitakan dari Allah bahawa dosa seseorang akan menimpa dirinya sendiri seperti halnya sesuatu amal yang telah dikerjakan adalah hanya untuk dirinya sendiri bukan untuk orang lain dan ia tidak dapat dikirimkan kepada
orang lain."
(Tepi al-Umm as-Syafie : juz 7, hal ; 269)
4. Imam al-Khazin di dalam tafsirnya mengatakan,
"Dan yang masyhur di dalam mazhab Syafie adalah, bahawa bacaan al-Qur'an (yang pahalanya dikirimkan kepada mayat) adalah tidak dapat sampai kepada mayat yang dikirimkan" (Al-Khazin, al-Jamal : Juz 4, hal ; 236)
5. Di dalam tafsir Jalalain telah disebutkan seperti berikut,
"Maka seseorang tidak akan memperolehi pahala sedikit pun dari hasil usaha orang lain." (Tafsir Jalalain : juz 2, hal ; 197)
6. Ibnu Katsir di dalam tafsirnya, Tafsirul Qur'anil Azim telah menafsirkan surah an-Najm ayat 39 sebagai,
"Iaitu, sebagaimana dosa seseorang tidak boleh menimpa ke atas orang lain, begitu juga halnya seseorang manusia juga tidak boleh memperolehi sebarang pahala melainkan dari hasil usaha amalannya sendiri. Dan daripada surah an-najm ayat 39 ini, Imam Syafie r.a dan para ulama yang mengikutnya telah
mengambil kesimpulan bahawa, sebarang pahala bacaan yang dikirimkan kepada mayat adalah tidak akan sampai kepadanya kerana amalan tersebut bukan daripada hasil usahanya sendiri. Oleh sebab itu, Rasulullah Sallallahu `alaihi wasallam tidak pernah menganjurkan umatnya agar mengamalkan
(pengiriman tahlil atau doa selamat). Baginda juga tidak pernah memberikan bimbingan sama ada dengan nas atau berupa isyarat di dalam hal tersebut. Terdapat juga di kalangan para sahabat ada yang melakukan amalan tersebut tetapi sekiranya amalan tersebut memang satu amalan yang digalakkan,
tentunya mereka telah mengamalkannya lebih dari dulu lagi sedangkan amalan korban (mendekatkan diri kepada Allah) juga
terdapat batasan-batasan nas yang terdapat di dalam di dalam al-Qur'an dan sunnah Rasul Sallallahu `alaihi wasallam dan tidak boleh dipalingkan dengan qias-qias atau pendapat-pendapat ulama."
Demikianlah beberapa pendapat ulama Safiyah yang menyentuh tentang amalan bertahlil dan pengiriman pahala bacaan kepada si mati. Namun begitu, ternyata pendapat-pendapat tersebut telah bersepakat dan mempunyai satu pandangan yang teguh iaitu mengirimkan pahala bacaan al-Qur'an kepada si mati adalah tidak akan sampai kepada si mati atau roh yang dikirimkan. Kini, jelaslah bahawa pengiriman pahala melalui amalan tersebut tidak akan sampai kepada si mati. Jadi, segala amalan yang dilakukan seperti itu merupakan satu amalan yang sia-sia atau membazir sedangkan Islam amat melarang umatnya supaya tidak membazir. Dasar hukum yang telah para ulama tersebut ambil adalah dari firman Allah SWT di dalam surah an-Najm ayat 39 dan melalui hadith nabi Sallallahu `alaihi wasallam yang menerangkan bahawa apabila seseorang manusia itu mati,
segala amalannya di dunia telah terputus kecuali tiga keadaan iaitu, sedekah jariah, ilmu yang dimanfaatkan dan doa anak-anak yang soleh untuk kedua ibu bapanya. Apabila sudah jelas tentang hukum mengamalkan tahlil dan doa selamat, kini
timbul pula masalah lain iaitu di dalam bacaan tahlil sendiri ada menyebut,
"Allahumma ausil tsawmaba ma wara'nahu ila ruhi fulan."
Maksudnya, "Ya Allah, sampaikanlah pahala bacaan tahlil kami tadi kepada roh si Fulan."
Persoalan tersebut bolehlah dijawab, bahawa para ulama telah bersepakat, pengiriman pahala melalui bacaan tidak akan sampai kepada roh yang dikirimkan kerana ianya bertentangan dengan firman Allah di dalam surah
an-Najm ayat 39.
Jika difikirkan secara dalam, amalan bertahlil ini amat canggung di sisi Islam. Mana tidaknya, bertahlil atau mengirimkan pahala melalui bacaan kepada seseorang mayat merupakan satu perbuatan yang melanggar syariat Allah, tetapi kemudian dimohon pula agar tahlil tersebut diberikan pahala dan pahalanya pula dimohon agar disampaikan kepada si mati atau roh si Fulan. Tidakkah ianya satu perbuatan yang janggal?
Tahlilan Dan Kenduri Arwah Mengikut Mazhab Syafie/2
Sumber: Al ahkam.
Petikan dari saudara Tok Janggut (Mod BDN)
Friday, September 29, 2006
Isu sensitif di BDN?
Assalamu’alaikum wbt.
Sebenarnyer acik nie jarang membawa isu2 diforum kedlm laman web blog acik utk diperbincangkan… Namun topic yg berada dipautan ini begitu menarik perhatian acik utk diketengahkan disini…. Dilaman web secerah pawarna acik fosilmitra ini…
http://bincang.net/forum/showthread.php?p=1529545#post1529545
Terlalu byk persoalan yg acik dok pikirkan diakai kepala hotak acik nie… apa silapnyer topic pertanyaan “Dlm seminggu berapa kali anda ke majlis ilmu?” tersebut?…
Mungkin jugak disebabkan kesilapan acik kerana meletakkan isu tersebut di Bilik Bincang-bincang dan bukan di Bilik Bincang Muslimin & Muslimah?.. Disebabkan itu seakan wujud niat dihati acik nak pekenakan org dgn persoalan sebegitu sensitive (yg mmg dah acik mentionkan diawal topic tersebut).
Berkemungkinan jugak sebab kenyatan yg acik petik dari saudara Ann Wan Seng (seorg muallaf yg telah dijemput khas memberikan ceramah diopis acik) yg mana beliau berkata “punca umat islam di tindas sekarang ini berkemungkinan disebabkan org dah mula tak berminat dgn majlis ilmu... “Didlm majlis tersebut juga disebutkan kebaikkan menghadiri majlis ilmu dibulan puasa ini yakni bakal mendapat seribu pahala org solat sunat dgn keizinan Allah SWT.
Jadi niat acik sebenar ialah cuba utk bertanya kpd semua umat2 Muhammad SAW di dlm BDN tersebut berapa kali mereka pergi kemajlis ilmu bukanlah dgn niat nak bermegah2 sebab acik baru jer poie majlis ilmu sebegitu… (kalau pun acik ada terniat sedemikian, who cares?!… siapa nak ambik tahu melainkan acik dgn Allah SWT semata2…
Nielah kalau didlm hati kiter dah ada penyakit hati… hati yg berpenyakit… tak mahu… taknak… takde masa nak beramal ibadah sungguhpun dibulan baik ini… Acik harap acik tak dikatakan riak lagi dgn kenyataan sebegini sebab nampak sgt pulak…
Umat islam dipalestin… umat islam disomalia… umat islam dibosnia herzegovina… umat islam diafghanistan… umat islam di Iraq… umat islam di Acheh… umat islam di mana2 sahaja diserata dunia yg telah ditindas oleh org bukan islam kalau nak kiter katakana penyebab mereka ditindas (adalah sebab meninggalkan majlis ilmu)… amatlah tak logic pulak… camne tgh sibuk nak berperang sempat pulak pak2 imam mereka nak kasi ceramah?… kasi ceramah dgn peluru berpandu nak ler mereka…
Cuma disini kiter dpt simpulkan… jikalau semua umat islam yg ditindas tadi mengikuti majlis ilmu misalnyer majlis ilmu tentang peripentingnyer mengikat perpaduan… mementingkan persaudaraan sesame islam, pentingnyer mempertahankan aqidah dan sebagainyer lagi nescaya takkan mungkin mereka ditindas… Umat islam begitu ramai didunia nie saudara saudari semua… seperti sabda nabi umatku diakhir zaman seperti buih dilautan… bilangannyer begitu ramai sekali tetapi tidak bersatu… berpecah belah menyebabkan mereka ditindas…
Tah ler… acik malas nak menjawab lagi sekali persoalan saudari Chester yg diajukan pada acik… kalau acik sebutkan lebih byk maka akan lebih byk ler keburukan acik dilihat dimata beliau seakan beliau tahu pulak niat dihati acik yg setahu acik hanya Allah SWT yg mengetahuinyer… Baiklah… acik berenti disini utk wat kerja… dah nampak sgt mengular sawa tahap tertinggi lak nie… Acik memohon maaf jika ada silap dan salah acik… acik manusia biasa… boleh ajdi salah boleh jadi betul… jika fikiran acik menepati as-sunnah maka terimalah… sekiranyer tidak maka tinggalkan… Firman Allah SWT patutkah kamu menyuruh org lain berbuat kebajikan sedangkan kamu lupa akan diri kamu sendiri… apa yg bai itu dtgnyer dari Allah SWT dan apa yg kurang tue sememangnyer datangnyer dari diri acik sendiri sebagai manusia biasa… byk lagi nak tulis nie tapi udah-udahlah dulu… kekeke.
Wallahu a’lam bisshawab.
Sebenarnyer acik nie jarang membawa isu2 diforum kedlm laman web blog acik utk diperbincangkan… Namun topic yg berada dipautan ini begitu menarik perhatian acik utk diketengahkan disini…. Dilaman web secerah pawarna acik fosilmitra ini…
http://bincang.net/forum/showthread.php?p=1529545#post1529545
Terlalu byk persoalan yg acik dok pikirkan diakai kepala hotak acik nie… apa silapnyer topic pertanyaan “Dlm seminggu berapa kali anda ke majlis ilmu?” tersebut?…
Mungkin jugak disebabkan kesilapan acik kerana meletakkan isu tersebut di Bilik Bincang-bincang dan bukan di Bilik Bincang Muslimin & Muslimah?.. Disebabkan itu seakan wujud niat dihati acik nak pekenakan org dgn persoalan sebegitu sensitive (yg mmg dah acik mentionkan diawal topic tersebut).
Berkemungkinan jugak sebab kenyatan yg acik petik dari saudara Ann Wan Seng (seorg muallaf yg telah dijemput khas memberikan ceramah diopis acik) yg mana beliau berkata “punca umat islam di tindas sekarang ini berkemungkinan disebabkan org dah mula tak berminat dgn majlis ilmu... “Didlm majlis tersebut juga disebutkan kebaikkan menghadiri majlis ilmu dibulan puasa ini yakni bakal mendapat seribu pahala org solat sunat dgn keizinan Allah SWT.
Jadi niat acik sebenar ialah cuba utk bertanya kpd semua umat2 Muhammad SAW di dlm BDN tersebut berapa kali mereka pergi kemajlis ilmu bukanlah dgn niat nak bermegah2 sebab acik baru jer poie majlis ilmu sebegitu… (kalau pun acik ada terniat sedemikian, who cares?!… siapa nak ambik tahu melainkan acik dgn Allah SWT semata2…
Nielah kalau didlm hati kiter dah ada penyakit hati… hati yg berpenyakit… tak mahu… taknak… takde masa nak beramal ibadah sungguhpun dibulan baik ini… Acik harap acik tak dikatakan riak lagi dgn kenyataan sebegini sebab nampak sgt pulak…
Umat islam dipalestin… umat islam disomalia… umat islam dibosnia herzegovina… umat islam diafghanistan… umat islam di Iraq… umat islam di Acheh… umat islam di mana2 sahaja diserata dunia yg telah ditindas oleh org bukan islam kalau nak kiter katakana penyebab mereka ditindas (adalah sebab meninggalkan majlis ilmu)… amatlah tak logic pulak… camne tgh sibuk nak berperang sempat pulak pak2 imam mereka nak kasi ceramah?… kasi ceramah dgn peluru berpandu nak ler mereka…
Cuma disini kiter dpt simpulkan… jikalau semua umat islam yg ditindas tadi mengikuti majlis ilmu misalnyer majlis ilmu tentang peripentingnyer mengikat perpaduan… mementingkan persaudaraan sesame islam, pentingnyer mempertahankan aqidah dan sebagainyer lagi nescaya takkan mungkin mereka ditindas… Umat islam begitu ramai didunia nie saudara saudari semua… seperti sabda nabi umatku diakhir zaman seperti buih dilautan… bilangannyer begitu ramai sekali tetapi tidak bersatu… berpecah belah menyebabkan mereka ditindas…
Tah ler… acik malas nak menjawab lagi sekali persoalan saudari Chester yg diajukan pada acik… kalau acik sebutkan lebih byk maka akan lebih byk ler keburukan acik dilihat dimata beliau seakan beliau tahu pulak niat dihati acik yg setahu acik hanya Allah SWT yg mengetahuinyer… Baiklah… acik berenti disini utk wat kerja… dah nampak sgt mengular sawa tahap tertinggi lak nie… Acik memohon maaf jika ada silap dan salah acik… acik manusia biasa… boleh ajdi salah boleh jadi betul… jika fikiran acik menepati as-sunnah maka terimalah… sekiranyer tidak maka tinggalkan… Firman Allah SWT patutkah kamu menyuruh org lain berbuat kebajikan sedangkan kamu lupa akan diri kamu sendiri… apa yg bai itu dtgnyer dari Allah SWT dan apa yg kurang tue sememangnyer datangnyer dari diri acik sendiri sebagai manusia biasa… byk lagi nak tulis nie tapi udah-udahlah dulu… kekeke.
Wallahu a’lam bisshawab.
Thursday, September 28, 2006
Menumpang Teknologi Allah
Kalau mengharapkan teknologi manusia, memang kita tidak ke mana! Ada satu cerita berkaitan seekor semut yang hinggap di kopiah seorang haji. Pak Haji ini, kemudian pergi ke Taiwan dari Malaysia pada waktu pagi, manakala malamnya sudah berada di Malaysia semula. Ketika semut itu berkata, bahawa dia telah pergi ke Taiwan kepada rakan-rakannya, mereka tidak percaya. Jaraknya beribu-ribu kilometer dan dirintangi laut yang luas!
Namun ia tidak mustahil jika si semut berada pada kopiah si Pak Haji. Memanglah si semut tidak mampu berbuat demikian sendirian. Namun jika menumpang teknologi manusia, pasti boleh. Dan ia terjadi.
Menumpang Teknologi Allah
Teknologi Allah lebih hebat. Allah menjadikan cahaya dan tidak mustahil untuk menjalankan hambanya di malam hari untuk sampai kelangit ketujuh dan Sidratul-Muntaha sambil memerhati pelbagai peristiwa. Tidak mustahil kerana Allah mampu melaksanakan teknologi sehebat itu. Dialah al-Khaliq. Kalau Rasul sekadar menumpang teknologi manusia, ke Mekah pun tidak sampai pada pagi besoknya.
Kalau mengharapkan manusia mengubat sakit pada hati manusia dengan dengki, hasad dan dendam, memang kita tidak mampu walaupun berjuta-juta disumbangkan kepada Institut Jantung Negara atau institusi lain. Kita mengharapkan teknologi Allah yang menjadikan hati itu sendiri.
Kalau kita mengharapkan manusia memberi motivasi pada diri kita sepanjang masa, ia tidak mampu terjadi kerana si Pencipta memang sudah meletakkan motivasi rendah dan tinggi dalam hidup. Kalau tidak berbalik pada formula-Nya, pasti kita payah memotivasikan diri walaupun pergi ke program setiap hari. Ia berbalik kepada teknologi Allah yang perlu dilihat manualnya di dalam al-Quran dan as-Sunnah.
Teknologi Allah perlu dipelajari
Kalau kita ingin mengecap nikmat komputer, perlulah ambil masa untuk mempelajari teknologi komputer. Memang ada manusia yang lemah semangat untuk mempelajarinya terutama yang sudah tua-tua. Mereka kata ' Susah , biarlah orang muda'.
Namun ada juga yang tua dengan semangat yang kuat mampu belajarnya, walaupun berdikit-dikit. Untuk mengecap teknologi Allah, wajarlah kita mempelajarinya berdikit-dikit. Luangkanlah masa untuk mendalami al-Quran dan as-Sunnah samada sambil membaca atau bersama dengan individu yang berilmu atau mendengar ceramah.
Teknologi amat luas.Ia terpulang kepada diri kita untuk menggunakannya atau tidak.
Wallahu a'lam - Sumber saifulislam yahoo groups.
Namun ia tidak mustahil jika si semut berada pada kopiah si Pak Haji. Memanglah si semut tidak mampu berbuat demikian sendirian. Namun jika menumpang teknologi manusia, pasti boleh. Dan ia terjadi.
Menumpang Teknologi Allah
Teknologi Allah lebih hebat. Allah menjadikan cahaya dan tidak mustahil untuk menjalankan hambanya di malam hari untuk sampai kelangit ketujuh dan Sidratul-Muntaha sambil memerhati pelbagai peristiwa. Tidak mustahil kerana Allah mampu melaksanakan teknologi sehebat itu. Dialah al-Khaliq. Kalau Rasul sekadar menumpang teknologi manusia, ke Mekah pun tidak sampai pada pagi besoknya.
Kalau mengharapkan manusia mengubat sakit pada hati manusia dengan dengki, hasad dan dendam, memang kita tidak mampu walaupun berjuta-juta disumbangkan kepada Institut Jantung Negara atau institusi lain. Kita mengharapkan teknologi Allah yang menjadikan hati itu sendiri.
Kalau kita mengharapkan manusia memberi motivasi pada diri kita sepanjang masa, ia tidak mampu terjadi kerana si Pencipta memang sudah meletakkan motivasi rendah dan tinggi dalam hidup. Kalau tidak berbalik pada formula-Nya, pasti kita payah memotivasikan diri walaupun pergi ke program setiap hari. Ia berbalik kepada teknologi Allah yang perlu dilihat manualnya di dalam al-Quran dan as-Sunnah.
Teknologi Allah perlu dipelajari
Kalau kita ingin mengecap nikmat komputer, perlulah ambil masa untuk mempelajari teknologi komputer. Memang ada manusia yang lemah semangat untuk mempelajarinya terutama yang sudah tua-tua. Mereka kata ' Susah , biarlah orang muda'.
Namun ada juga yang tua dengan semangat yang kuat mampu belajarnya, walaupun berdikit-dikit. Untuk mengecap teknologi Allah, wajarlah kita mempelajarinya berdikit-dikit. Luangkanlah masa untuk mendalami al-Quran dan as-Sunnah samada sambil membaca atau bersama dengan individu yang berilmu atau mendengar ceramah.
Teknologi amat luas.Ia terpulang kepada diri kita untuk menggunakannya atau tidak.
Wallahu a'lam - Sumber saifulislam yahoo groups.
Wednesday, September 27, 2006
Kanser Kolon (Usus besar)
Assalamualaikum
Tahukah anda:
> Pembunuh nombor 2 lelaki dan wanita (selepas Kanser paru-paru) ialah kanser kolon (Usus besar).
(Source: Balch P.A dan Balch J.F, Perscription for Nutritional Healing, 2000).
> 90 Peratus penyakit di akibatkan oleh kolon yang tidak sihat.
(Source: Balch P.A dan Balch J.F, Perscription for Nutritional Healing, 2000)
> Hanya setelah kanser tersebut berada pada peringkat merbahaya baru kita menyedari kita sudah mengidap penyakit kanser kolon.
Pencegahan adalah lebih baik dari mengubat. Apa kata anda dan keluarga anda cuba menjawab soalan di bawah dan lihat keputusannya di hujung soalan.
Untuk penerangan dan cara menyelesaikan masalah ini boleh dibincangkan di sini. Kalau segan boleh PM atau email saya personally di munajat12@yahoo.com dan saya akan terangkan kaedah pencegahan awal terhadap kolon kanser ini insya-Allah.
Sila tandakan pada mana yang berkenaan sahaja dan kira.
Tahukah anda:
> Pembunuh nombor 2 lelaki dan wanita (selepas Kanser paru-paru) ialah kanser kolon (Usus besar).
(Source: Balch P.A dan Balch J.F, Perscription for Nutritional Healing, 2000).
> 90 Peratus penyakit di akibatkan oleh kolon yang tidak sihat.
(Source: Balch P.A dan Balch J.F, Perscription for Nutritional Healing, 2000)
> Hanya setelah kanser tersebut berada pada peringkat merbahaya baru kita menyedari kita sudah mengidap penyakit kanser kolon.
Pencegahan adalah lebih baik dari mengubat. Apa kata anda dan keluarga anda cuba menjawab soalan di bawah dan lihat keputusannya di hujung soalan.
Untuk penerangan dan cara menyelesaikan masalah ini boleh dibincangkan di sini. Kalau segan boleh PM atau email saya personally di munajat12@yahoo.com dan saya akan terangkan kaedah pencegahan awal terhadap kolon kanser ini insya-Allah.
Sila tandakan pada mana yang berkenaan sahaja dan kira.
Monday, September 25, 2006
Selamat Berpuasa sahabatku sekelian...
Maksud hadis, "Telah diriwayatkan oleh Abi Hurairah (RA) daripada Rasulullah (SAW), baginda bersabda: Firman Allah SWT segala amalan kebajikan anak adam itu adalah untuknya kecuali puasa itu bagiku dan aku memberikan pembalasan (pahala) kepadanya dan puasa itu adalah satu perisai (penghalang dan daya pencegah) daripada perbuatan maksiat dan sekiranya sesaorang itu sedang menjalani puasa maka janganlah mengeluarkan cakap-cakap dan perkataan-perkataan yang keji lagi kotor seumpama perbuatan orang jahil dan janganlah mengangkat suara terpekik terlolong bertengkaran, jika sekiranya dimaki atau dicaci oleh seseorang atau bercakaran, maka hendaklah ia berkata, sesungguhnya saya sedang berpuasa dan demi Allah, benar bau mulut orang yang berpuasa itu lebih wangi disisi Allah daripada bau kasturi. Seseorang yang berpuasa itu memperolehi dua kesukaan, iaitu kesukaan dikala berbuka dan kesukaan dikala berhadapan dengan Allah.
(Dipetik dari kitab himpunan Khutbah 2005 Mufti Kerajaan Negeri Perlis).
(Dipetik dari kitab himpunan Khutbah 2005 Mufti Kerajaan Negeri Perlis).
Thursday, September 21, 2006
Muhamad Raziq Mifzal & Muhammad Syazwan.
Assalamu'alaikum wbt.
Mungkin ramai tertanya2 siapa gerangannyer si kecik comel lote yg menjadi penghias avatar acik dimana2 forum dan di web blogger nie... Bagi yg dah tahu tue maka tak perlulah nak ambik tahu lagi ek... nie yg bagi belum tahu maka acik nak ler bagitahu sebelum anda semua makan tauhu dirumah tue... Sebenarnyer itu adalah anak buah acik Muhammad Raziq Mifzal namanyer... Ayahnyer adalah abg sulung acik...

So, anak acik yg baru lahir nie lum dapek acik nak create avy darinyer... sekadar buat tatapan semua... maka inilah gambar seminggu selepas dirinyer lahir ke dunia... Muhammad Syazwan atau dlm maksud bahasa arabnya "Harum Keturi"

Sekian... wassalam.
Mungkin ramai tertanya2 siapa gerangannyer si kecik comel lote yg menjadi penghias avatar acik dimana2 forum dan di web blogger nie... Bagi yg dah tahu tue maka tak perlulah nak ambik tahu lagi ek... nie yg bagi belum tahu maka acik nak ler bagitahu sebelum anda semua makan tauhu dirumah tue... Sebenarnyer itu adalah anak buah acik Muhammad Raziq Mifzal namanyer... Ayahnyer adalah abg sulung acik...
So, anak acik yg baru lahir nie lum dapek acik nak create avy darinyer... sekadar buat tatapan semua... maka inilah gambar seminggu selepas dirinyer lahir ke dunia... Muhammad Syazwan atau dlm maksud bahasa arabnya "Harum Keturi"
Sekian... wassalam.
Saturday, September 16, 2006
Kisah Rasulullah S.A.W Dgn Sebiji Limau
Suatu Hari Rasulullah SAW didatangi oleh seorang wanita kafir. Ketika
itu
baginda bersama beberapa orang sahabat. Wanita itu membawa beberapa biji
buah limau sebagai hadiah untuk Baginda. Cantik sungguh buahnya. Siapa
terlihat pasti terliur. Baginda menerimanya dengan senyuman gembira.
Hadiah itu dimakan oleh Baginda Rasulullah SAW seulas demi seulas dengan
senyuman. Biasanya Rasulullah SAW akan makan bersama para sahabat, namun
kali ini tidak. Tidak seulas pun limau itu diberikan kepada mereka.
Rasulullah SAW terus makan. Setiap kali dengan senyuman, hinggalah habis
semua limau itu.
itu
baginda bersama beberapa orang sahabat. Wanita itu membawa beberapa biji
buah limau sebagai hadiah untuk Baginda. Cantik sungguh buahnya. Siapa
terlihat pasti terliur. Baginda menerimanya dengan senyuman gembira.
Hadiah itu dimakan oleh Baginda Rasulullah SAW seulas demi seulas dengan
senyuman. Biasanya Rasulullah SAW akan makan bersama para sahabat, namun
kali ini tidak. Tidak seulas pun limau itu diberikan kepada mereka.
Rasulullah SAW terus makan. Setiap kali dengan senyuman, hinggalah habis
semua limau itu.
Friday, September 15, 2006
Zikir... ibadat paling mudah dapat pahala
Tajdid Iman: Zikir ibadat paling mudah dapat pahala
Bersama Dr Juanda Jaya
Amalan tak memerlukan seseorang berwuduk, menutup aurat dan batas waktu
PENGARANG kitab Shafwah al-Shafwah menceritakan seorang ahli ibadah melihat seekor burung yang selalu membawa sepotong daging setiap hari. Burung itu hinggap di atas pokok kurma.
Ahli ibadah itu hairan kerana tidak ada seekor burung pun yang mempunyai sarang di situ.
Beliau berkata: "Saya memanjat pokok itu dan melihat di sana ada seekor ular buta. Setiap kali burung itu mendekatinya, ia pun bersuara, lalu ular itu membuka mulutnya, sang burung meletakkan sepotong daging itu ke mulut ular dan kemudian terbang. Perbuatan itu dilakukannya setiap hari."
Kisah berkenaan mengajar kita bahawa kemuliaan itu terletak pada seberapa besar manfaat yang boleh diberikan kepada orang lain, manakala, kehinaan itu kerana mensia-siakan potensi dan kekuatan jasmani dan rohani yang Allah kurniakan kepada kita.
Haiwan bekerja mencari makanan tanpa tangan dan kaki yang sempurna. Tetapi, manusia masih lagi diulit mimpi angan-angan yang panjang.
Haiwan dan alam semesta semua berzikir kepada Allah, tetapi manusia sibuk melupakan Allah.
Allah berfirman menyeru kepada orang yang mengaku beriman bermaksud: "Bekerjalah kamu, nescaya Allah dan rasul-Nya serta orang beriman akan melihat pekerjaanmu itu dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Maha Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakannya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan." (Surah al-Taubah, ayat 105)
Bekerja adalah ibadat. Bahkan, nafkah yang dihulurkan kepada ahli keluarga adalah sedekah yang paling utama. Tetapi, sifat malas sering timbul ketika melakukan jihad ini. Ia sentiasa hadir dalam kehidupan pekerja yang beriman.
Di manakah kelemahannya hingga semangat bertempur untuk mendapatkan keuntungan dunia yang halal itu menjadi kendur?
Rasulullah SAW bersabda maksudnya: "Jika datang hari kiamat dan di tangan seorang daripada kamu ada satu bijian tanaman, maka jika dia mampu menanamnya, hendaklah dia melakukannya." (Hadis riwayat al-Bukhari dan Ahmad)
Semangat kerja Nabi Idris patut dicontohi. Baginda adalah seorang tukang jahit yang mencari nafkah dengan hasil usaha tangannya sendiri.
Pada suatu hari, Allah berfirman bermaksud: "Wahai Idris, tahukah kamu mengapa Aku mengangkat darjatmu hingga ke tempat yang sangat tinggi? Seperti firman Allah bermaksud: "Dan kami mengangkatnya ke kedudukan yang tertinggi." (Surah Maryam, ayat 57).
Nabi Idris menjawab: "Saya tidak tahu wahai Tuhanku." Allah berfirman: "Setiap hari amalanmu terangkat ke sisi-Ku seperti setengah amalan penduduk dunia ini kerana kamu banyak berzikir.
Allah berfirman yang maksudnya: "Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang soleh." (Surah Fatir, ayat 10)
Demikianlah keutamaan Nabi Idris kerana setiap kali baginda menusukkan jarumnya, pasti kalimah zikrullah yang empat diucapkan iaitu Subhanallah, Walhamdulillah, Walailahaillallah, wa Allahu Akbar.
Pekerjaan yang dilakukan sambil berzikir sungguh berat timbangannya di sisi Allah dan boleh menyuntikkan semangat untuk berjaya semata-mata kerana keredaan Allah.
Zikir adalah amalan yang paling mudah dan ringan tetapi amat berat pahalanya. Syaikh al-Islam al-Imam Ibnu Taimiyah dalam kitab agungnya, Majmu' al-Fatawa menyatakan � amalan yang paling utama selepas amalan yang fardu adalah zikrullah.
Dalam hadis sahih riwayat al-Imam Ahmad dan at-Tirmizi, Rasulullah SAW bersabda: "Mahukah kamu aku tunjukkan amalan paling utama dan yang paling bersih di sisi Allah? Lebih baik daripada kamu bertemu dengan musuh-musuhmu, lalu kamu memenggal leher mereka dan mereka juga memenggal leher-lehermu?" Sahabat menjawab: "Tentu wahai Rasulullah SAW." Rasulullah SAW bersabda: "Zikrullah."
Demikianlah zikir yang dilakukan. Ia tidak memerlukan wuduk atau menutup aurat.
Ia tidak dibatasi oleh waktu dan tempat. Di mana dan bila-bila saja dan dalam keadaan apa pun, ibadat ini boleh dilakukan. Sungguh senang tetapi ramai manusia yang meninggalkannya.
Al-Imam Ibnu al-Qayyim menyatakan: "Baginda memberi petunjuk supaya berzikir dalam setiap ucapan, tindakan, tarikan nafas, kala berdiri, duduk dan berbaring, gerak geri baginda adalah zikir kepada Allah."
Rasulullah SAW adalah seorang manusia yang paling sibuk dengan dunianya dan paling bersedia untuk bekalan akhiratnya.
Baginda adalah ketua negara yang amanah, mahaguru yang dihormati, pakar motivasi, jeneral perang dan penganalisis politik yang hebat. Rasulullah SAW juga ketua rumah tangga yang adil, pendakwah yang karismatik, ayah penyayang dan saudara lelaki penyantun.
Seluruh masa dan tenaga dikerahkan untuk memastikan mereka yang hidup di sisi Baginda mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat.
Begitu juga dengan kita yang memenuhi hari-hari dengan kerja dan zikrullah, pastikanlah ia tidak terhenti kecuali kedua-dua kaki ini sampai di pintu kenikmatan tertinggi, syurga abadi!
INTI PATI
Berkat berzikir
Bekerja adalah ibadat kerana nafkah yang dihulurkan kepada ahli keluarga adalah sedekah paling utama.
Ia tidak memerlukan wuduk atau menutup aurat malah tidak dibatasi waktu atau tempat.
Haiwan dan alam semesta berzikir kepada Allah.
Bersama Dr Juanda Jaya
Amalan tak memerlukan seseorang berwuduk, menutup aurat dan batas waktu
PENGARANG kitab Shafwah al-Shafwah menceritakan seorang ahli ibadah melihat seekor burung yang selalu membawa sepotong daging setiap hari. Burung itu hinggap di atas pokok kurma.
Ahli ibadah itu hairan kerana tidak ada seekor burung pun yang mempunyai sarang di situ.
Beliau berkata: "Saya memanjat pokok itu dan melihat di sana ada seekor ular buta. Setiap kali burung itu mendekatinya, ia pun bersuara, lalu ular itu membuka mulutnya, sang burung meletakkan sepotong daging itu ke mulut ular dan kemudian terbang. Perbuatan itu dilakukannya setiap hari."
Kisah berkenaan mengajar kita bahawa kemuliaan itu terletak pada seberapa besar manfaat yang boleh diberikan kepada orang lain, manakala, kehinaan itu kerana mensia-siakan potensi dan kekuatan jasmani dan rohani yang Allah kurniakan kepada kita.
Haiwan bekerja mencari makanan tanpa tangan dan kaki yang sempurna. Tetapi, manusia masih lagi diulit mimpi angan-angan yang panjang.
Haiwan dan alam semesta semua berzikir kepada Allah, tetapi manusia sibuk melupakan Allah.
Allah berfirman menyeru kepada orang yang mengaku beriman bermaksud: "Bekerjalah kamu, nescaya Allah dan rasul-Nya serta orang beriman akan melihat pekerjaanmu itu dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Maha Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakannya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan." (Surah al-Taubah, ayat 105)
Bekerja adalah ibadat. Bahkan, nafkah yang dihulurkan kepada ahli keluarga adalah sedekah yang paling utama. Tetapi, sifat malas sering timbul ketika melakukan jihad ini. Ia sentiasa hadir dalam kehidupan pekerja yang beriman.
Di manakah kelemahannya hingga semangat bertempur untuk mendapatkan keuntungan dunia yang halal itu menjadi kendur?
Rasulullah SAW bersabda maksudnya: "Jika datang hari kiamat dan di tangan seorang daripada kamu ada satu bijian tanaman, maka jika dia mampu menanamnya, hendaklah dia melakukannya." (Hadis riwayat al-Bukhari dan Ahmad)
Semangat kerja Nabi Idris patut dicontohi. Baginda adalah seorang tukang jahit yang mencari nafkah dengan hasil usaha tangannya sendiri.
Pada suatu hari, Allah berfirman bermaksud: "Wahai Idris, tahukah kamu mengapa Aku mengangkat darjatmu hingga ke tempat yang sangat tinggi? Seperti firman Allah bermaksud: "Dan kami mengangkatnya ke kedudukan yang tertinggi." (Surah Maryam, ayat 57).
Nabi Idris menjawab: "Saya tidak tahu wahai Tuhanku." Allah berfirman: "Setiap hari amalanmu terangkat ke sisi-Ku seperti setengah amalan penduduk dunia ini kerana kamu banyak berzikir.
Allah berfirman yang maksudnya: "Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang soleh." (Surah Fatir, ayat 10)
Demikianlah keutamaan Nabi Idris kerana setiap kali baginda menusukkan jarumnya, pasti kalimah zikrullah yang empat diucapkan iaitu Subhanallah, Walhamdulillah, Walailahaillallah, wa Allahu Akbar.
Pekerjaan yang dilakukan sambil berzikir sungguh berat timbangannya di sisi Allah dan boleh menyuntikkan semangat untuk berjaya semata-mata kerana keredaan Allah.
Zikir adalah amalan yang paling mudah dan ringan tetapi amat berat pahalanya. Syaikh al-Islam al-Imam Ibnu Taimiyah dalam kitab agungnya, Majmu' al-Fatawa menyatakan � amalan yang paling utama selepas amalan yang fardu adalah zikrullah.
Dalam hadis sahih riwayat al-Imam Ahmad dan at-Tirmizi, Rasulullah SAW bersabda: "Mahukah kamu aku tunjukkan amalan paling utama dan yang paling bersih di sisi Allah? Lebih baik daripada kamu bertemu dengan musuh-musuhmu, lalu kamu memenggal leher mereka dan mereka juga memenggal leher-lehermu?" Sahabat menjawab: "Tentu wahai Rasulullah SAW." Rasulullah SAW bersabda: "Zikrullah."
Demikianlah zikir yang dilakukan. Ia tidak memerlukan wuduk atau menutup aurat.
Ia tidak dibatasi oleh waktu dan tempat. Di mana dan bila-bila saja dan dalam keadaan apa pun, ibadat ini boleh dilakukan. Sungguh senang tetapi ramai manusia yang meninggalkannya.
Al-Imam Ibnu al-Qayyim menyatakan: "Baginda memberi petunjuk supaya berzikir dalam setiap ucapan, tindakan, tarikan nafas, kala berdiri, duduk dan berbaring, gerak geri baginda adalah zikir kepada Allah."
Rasulullah SAW adalah seorang manusia yang paling sibuk dengan dunianya dan paling bersedia untuk bekalan akhiratnya.
Baginda adalah ketua negara yang amanah, mahaguru yang dihormati, pakar motivasi, jeneral perang dan penganalisis politik yang hebat. Rasulullah SAW juga ketua rumah tangga yang adil, pendakwah yang karismatik, ayah penyayang dan saudara lelaki penyantun.
Seluruh masa dan tenaga dikerahkan untuk memastikan mereka yang hidup di sisi Baginda mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat.
Begitu juga dengan kita yang memenuhi hari-hari dengan kerja dan zikrullah, pastikanlah ia tidak terhenti kecuali kedua-dua kaki ini sampai di pintu kenikmatan tertinggi, syurga abadi!
INTI PATI
Berkat berzikir
Bekerja adalah ibadat kerana nafkah yang dihulurkan kepada ahli keluarga adalah sedekah paling utama.
Ia tidak memerlukan wuduk atau menutup aurat malah tidak dibatasi waktu atau tempat.
Haiwan dan alam semesta berzikir kepada Allah.
Tuesday, September 12, 2006
Ucapan Penghargaan Buat Semua Teman.
Terima kasih buat sahabat acik saudara saudari impreza, trew, pemusnah dewa, ali, kak ed, maziah dan lain2 yg telah sudi merakamkan ucapan tahniah mereka di web blog acik yg tak seberapa nie... Acik doakan semoga kalian semua diberkati dan diredhai oleh Allah SWT selalu.
Friday, September 08, 2006
Komen artis selepas Siti Nurhaliza berkawen... (sajer menyelit skit)
Rosyam Nor:
"Saya minta maaf banyak banyak pada Siti kerana tak dapat menghadiri jemputan Siti sebab RTM dah bagi tawaran lumayan untuk jadi hos rancangan MAWI-INA. Walau apa pun saya doakan semoga Siti berbahagia. Next time kalau Siti nak bersalin ke, nak bercerai ke dan teringin masuk TV, jemputlah saya untuk jadi hos"
Datuk Yusof Haslam:
"Saya rasa gembira melihat majlis perkahwinan ini dan mendoakan semoga dua mempelai berbahagia. Walaupun Siti tak pernah berlakon dalam filem arahan saya, tapi saya ingin buat filem mengisahkan percintaan Siti dan Datuk K. Saya rasa A.Galak yang jugak bermisai tebal dan berusia sesuai untuk watak Datuk K"
Datuk Sharifah Aini:
"Walaupun dia tak jemput Kak Pah, Kak Pah tetap menonton TV malam tu. Terima kasih TV3. Kak Pah doakan Siti akan berbahagia dan cepat dapat anak dan cepat jadi gemuk lepas tu. Kalau boleh segemuk Kak Pah"
Ella:
"Siti dah selamat. El belum ada jodoh. Mungkin lepas ni El akan belajar dari Siti cara pikat Datuk"
Mawi:
"Saya jugak minta maap pada Siti sebab tak dapat hadir malam tu. Bukan niat saya untuk 'potong line' tapi saya dibayar untuk berlakon apa yang patut. Sudah rezeki saya. Tapi apa apa pun harap Siti terus gembira dengan suaminya. Selamat pengantin baru"
Ina (Tunang Mawi):
"Jaga mak. Jaga mak. Jaga mak"
Aznil:
"Selamat berbahagia Siti. Saye tak dapat hadir. Astro ugut nak pecat saye kalau saye tak nak jadi hos untuk MAWI-INA. Minta maap Siti. Lagipun saye tak berduit sebab AF dah habis. So kena la buat duit sikit"
Pak Lah:
"Saya suka erti disebalik jumlah mas kahwin dan duit hantaran. Ia melambangkan Islam Hadhari. Tahniah untuk Siti"
Sammy Vellu:
"Saye hingin mengucapken Selamat Pengantin Baru kepade mereke. Tol tidak akan dinaikkan. Siti boleh selalu balik kampung di Kuale Lipis"
Syarifah Amani:
"I will look stupid if I wear kurung Melayu"
Karam Singh Walia:
"Bak kata pepatah bagai pinang dibelah dua, tidak semestinya sama rata, datuk pilih si ayam dara, siti mendapat si ayam tua"
Muhammad Aazif (anak Datuk K):
"Kalau dulu bila sambut Mother's Day kami akan nyanyikan lagu ibu untuk mummy. Tapi bila Father's Day tak de pun lagu untuk kaum bapa, ade pun satu jer tapi tak sesuai utk papa. But this time we all boleh nyanyikan lagu tu..... "Ayahku Kahwin Lagi"
"Saya minta maaf banyak banyak pada Siti kerana tak dapat menghadiri jemputan Siti sebab RTM dah bagi tawaran lumayan untuk jadi hos rancangan MAWI-INA. Walau apa pun saya doakan semoga Siti berbahagia. Next time kalau Siti nak bersalin ke, nak bercerai ke dan teringin masuk TV, jemputlah saya untuk jadi hos"
Datuk Yusof Haslam:
"Saya rasa gembira melihat majlis perkahwinan ini dan mendoakan semoga dua mempelai berbahagia. Walaupun Siti tak pernah berlakon dalam filem arahan saya, tapi saya ingin buat filem mengisahkan percintaan Siti dan Datuk K. Saya rasa A.Galak yang jugak bermisai tebal dan berusia sesuai untuk watak Datuk K"
Datuk Sharifah Aini:
"Walaupun dia tak jemput Kak Pah, Kak Pah tetap menonton TV malam tu. Terima kasih TV3. Kak Pah doakan Siti akan berbahagia dan cepat dapat anak dan cepat jadi gemuk lepas tu. Kalau boleh segemuk Kak Pah"
Ella:
"Siti dah selamat. El belum ada jodoh. Mungkin lepas ni El akan belajar dari Siti cara pikat Datuk"
Mawi:
"Saya jugak minta maap pada Siti sebab tak dapat hadir malam tu. Bukan niat saya untuk 'potong line' tapi saya dibayar untuk berlakon apa yang patut. Sudah rezeki saya. Tapi apa apa pun harap Siti terus gembira dengan suaminya. Selamat pengantin baru"
Ina (Tunang Mawi):
"Jaga mak. Jaga mak. Jaga mak"
Aznil:
"Selamat berbahagia Siti. Saye tak dapat hadir. Astro ugut nak pecat saye kalau saye tak nak jadi hos untuk MAWI-INA. Minta maap Siti. Lagipun saye tak berduit sebab AF dah habis. So kena la buat duit sikit"
Pak Lah:
"Saya suka erti disebalik jumlah mas kahwin dan duit hantaran. Ia melambangkan Islam Hadhari. Tahniah untuk Siti"
Sammy Vellu:
"Saye hingin mengucapken Selamat Pengantin Baru kepade mereke. Tol tidak akan dinaikkan. Siti boleh selalu balik kampung di Kuale Lipis"
Syarifah Amani:
"I will look stupid if I wear kurung Melayu"
Karam Singh Walia:
"Bak kata pepatah bagai pinang dibelah dua, tidak semestinya sama rata, datuk pilih si ayam dara, siti mendapat si ayam tua"
Muhammad Aazif (anak Datuk K):
"Kalau dulu bila sambut Mother's Day kami akan nyanyikan lagu ibu untuk mummy. Tapi bila Father's Day tak de pun lagu untuk kaum bapa, ade pun satu jer tapi tak sesuai utk papa. But this time we all boleh nyanyikan lagu tu..... "Ayahku Kahwin Lagi"
Monday, September 04, 2006
Hari pertama bergelar Bujang Tersegak.. hehe
Assalamu'alaikum wbt.
waduh2... sejak bergelar bapak nie kendian ditinggalkan seorg diri (almaklumlah isteri dan anak sudah berada diumah mak mentua) terpaksalah acik berdikari...
Basuh baju, seterika baju dan pelbagai lagi dgn sendirinyer... Arini first day mula kerja selepas seminggu bercuti.. erm alahai... cuti tahunan pun dah nak abis dah nie...
Sedikit al-kisah sewaktu melihat isteri acik sedang berkerja keras melahirkan baby... terlihat kebesaran Illahi didepan mata... terasa gentar mengenangkan bagaimana nasib isteri antara hidup dan mati tatkala itu... berusaha utk mengelaurkan zuriat dari dlm kandungan...
Acik mmg berada disebelah isteri ketika beliau sedang sakit utk melahirkan baby... seakan terasa juga kesakitan yg dialami oleh isteri ketika bersusah payah utk meneran dan menahan nafas...
Acik yakin dan percaya jika semua org dpt melihat kesusahan ibu beliau melahirkan diri mereka, nescaya takkan berlaku lagi penderaan seksual terhadap wanita dewasa ini.
Apa yg acik lihat akan acik jadikan iktibar dan panduan dlm hidup ini, insyaallah. Semoga Allah SWT memberikan sebyk2nyer pahala buat isteri acik yg telah bertungkus lumus melaksanakan tanggungjawabnyer sebagai seorg ibu dan isteri.
wallahu a'lam bisshawab.
waduh2... sejak bergelar bapak nie kendian ditinggalkan seorg diri (almaklumlah isteri dan anak sudah berada diumah mak mentua) terpaksalah acik berdikari...
Basuh baju, seterika baju dan pelbagai lagi dgn sendirinyer... Arini first day mula kerja selepas seminggu bercuti.. erm alahai... cuti tahunan pun dah nak abis dah nie...
Sedikit al-kisah sewaktu melihat isteri acik sedang berkerja keras melahirkan baby... terlihat kebesaran Illahi didepan mata... terasa gentar mengenangkan bagaimana nasib isteri antara hidup dan mati tatkala itu... berusaha utk mengelaurkan zuriat dari dlm kandungan...
Acik mmg berada disebelah isteri ketika beliau sedang sakit utk melahirkan baby... seakan terasa juga kesakitan yg dialami oleh isteri ketika bersusah payah utk meneran dan menahan nafas...
Acik yakin dan percaya jika semua org dpt melihat kesusahan ibu beliau melahirkan diri mereka, nescaya takkan berlaku lagi penderaan seksual terhadap wanita dewasa ini.
Apa yg acik lihat akan acik jadikan iktibar dan panduan dlm hidup ini, insyaallah. Semoga Allah SWT memberikan sebyk2nyer pahala buat isteri acik yg telah bertungkus lumus melaksanakan tanggungjawabnyer sebagai seorg ibu dan isteri.
wallahu a'lam bisshawab.
Thursday, August 31, 2006
Fosilmitra Junior lahir 25hb Ogos 2006.
Assalamu'alaikum wbt.
Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT kerana dengan limpah kurnia, rahmat dan inayahNya telah menganugerahkan acik & isteri seorang cahayamata lelaki pertama dalam hidup kami.
Bayi seberat 3.08 kg yg lahir pada pagi Jumaat, 25hb Ogos tepat jam 11.41 pagi di Hospital Putrajaya telah kami namakan Muhammad Syazwan. Namun begitu, sehingga nukilan ini dituliskan, Muhammad Syazwan masih lagi berada di Hospital Putrajaya selang 3 hari berada dirumah kerana mengidap 'kuning'diparas yg hampir serius.
Semoga anak acik ini akan cepat sembuh dan doa kalian semua diharapkan. Untuk tatapan semua, inilah anak yg telah isteri acik lahirkan...

Wassalam.
Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT kerana dengan limpah kurnia, rahmat dan inayahNya telah menganugerahkan acik & isteri seorang cahayamata lelaki pertama dalam hidup kami.
Bayi seberat 3.08 kg yg lahir pada pagi Jumaat, 25hb Ogos tepat jam 11.41 pagi di Hospital Putrajaya telah kami namakan Muhammad Syazwan. Namun begitu, sehingga nukilan ini dituliskan, Muhammad Syazwan masih lagi berada di Hospital Putrajaya selang 3 hari berada dirumah kerana mengidap 'kuning'diparas yg hampir serius.
Semoga anak acik ini akan cepat sembuh dan doa kalian semua diharapkan. Untuk tatapan semua, inilah anak yg telah isteri acik lahirkan...
Wassalam.
Friday, August 11, 2006
Sehigga jam 4 ptg, 11 Ogos 2006.
Assalamu'alaikum wbt.
Acik telah menghubungi isteri acik dirumah dan khabarnya beliau masih tidak memberikan apa2 tanda untuk melahirkan lagi. Jadi, semoga isteri acik akan tabah menghadapi saat-saat yang sangat ditakutinya selama ini dengan selamat sejahtera dan sentosa.
Wassalam.
Acik telah menghubungi isteri acik dirumah dan khabarnya beliau masih tidak memberikan apa2 tanda untuk melahirkan lagi. Jadi, semoga isteri acik akan tabah menghadapi saat-saat yang sangat ditakutinya selama ini dengan selamat sejahtera dan sentosa.
Wassalam.
Tuesday, August 08, 2006
IFC - di antara kebaikan dan keburukan
IFC - di antara kebaikan dan keburukan
--------------------------------------------------------------------------------
Assalamualaikum
Inter Faith Comission (IFC) di wujudkan oleh beberapa badan bukan kerajaan termasuk Sister in Islam (sis) dan beberapa lagi pertubuhan rentetan dari peristiwa murtadnya Lina Joy dari Islam kepada kristianity. Sebelum ini kita dikejutkan dengan isu Aisyah dan hakikatnya menurut statistik tidak rasmi beribu lagi menunggu untuk menjadi murtad (walhal hakikatnya dengan niat demikian mereka telah pun murtad.
Apakah isu yang diperjuangkan oleh IFC?
IFC cuba melobi kerajaan agar memansuhkan artikel 11 perlembagaan persekutuan dan secara specificnya artikel 11 (4) yang menyatakan bahawa rakyat malaysia bebas beragama tetapi penyebaran agama lain boleh disekat sekiranya ia cuba dilakukan ke atas umat Islam. Walaupun tidak terdapat larangan secara khsuus di dalam undang-undang melarang orang Islam keluar Islam, tetapi perlembagaan yang menyebut bahawa orang melayu mesti beragama Islam mengindikasikan bahawa seseorang yang telah Islam itu tidak boleh keluar agama seperti mana seorang melayu tidak boleh mengubah hakikat dirinya melayu.
--------------------------------------------------------------------------------
Assalamualaikum
Inter Faith Comission (IFC) di wujudkan oleh beberapa badan bukan kerajaan termasuk Sister in Islam (sis) dan beberapa lagi pertubuhan rentetan dari peristiwa murtadnya Lina Joy dari Islam kepada kristianity. Sebelum ini kita dikejutkan dengan isu Aisyah dan hakikatnya menurut statistik tidak rasmi beribu lagi menunggu untuk menjadi murtad (walhal hakikatnya dengan niat demikian mereka telah pun murtad.
Apakah isu yang diperjuangkan oleh IFC?
IFC cuba melobi kerajaan agar memansuhkan artikel 11 perlembagaan persekutuan dan secara specificnya artikel 11 (4) yang menyatakan bahawa rakyat malaysia bebas beragama tetapi penyebaran agama lain boleh disekat sekiranya ia cuba dilakukan ke atas umat Islam. Walaupun tidak terdapat larangan secara khsuus di dalam undang-undang melarang orang Islam keluar Islam, tetapi perlembagaan yang menyebut bahawa orang melayu mesti beragama Islam mengindikasikan bahawa seseorang yang telah Islam itu tidak boleh keluar agama seperti mana seorang melayu tidak boleh mengubah hakikat dirinya melayu.
Thursday, August 03, 2006
MALAYSIAKU HARI INI...
kuliah maghrib tak de lagi
dikir barat sampai pagi
sure heboh tiap2 negeri
mufti menegur terus dimaki
kes bunuh hari2
rompak ragut makin menjadi
aurat dah tak ambil peduli
termasuk bini para menteri
hukum hudud selalu dicaci
pelembagaan penjajah di junjung tinggi
pejuang islam ditangkap digari
bapak rasuah pula dipuji
inilah dia islam hadhari
tajaan paklah ahmad badawi
Al-ghazali yang kita cari
rupa2nya Mawi yang ditemui.....
dari kampung ke akademi
dari ngaji nak jadi penyanyi
hidup biasa kini sensasi
dari tsunami jadi tsumawi
menjadi idola masa kini
tapi skrg apa dah jadi
putus tunang bapa pula mati
dulu dijulang kini dicaci
konon mula dah lupa diri
ina ditatang kini di benci
alasan sudah takdir ilahi
alasan lapuk sejak azali
akhirnya putus kahwin tak jadi
hai kau ni mawi apa nak jadi....
kini pula kecoh hal siti
dah tiba masa nak dikahwini
oleh datuk tp bukan menteri
jauh lagi pemimpin tertinggi
kahwin pula nak ikut hati
tak de yang muda lekat dihati
yg tua juga pilihan hati
apa nak jadi kau ni siti..
datuk k tu pula tak sedar diri
dah tua bangka nak kahwin lagi
tak sedar diri anak dah berlari
bagi pompuan sekejab menjadi
alasan kahwin juga takdir ilahi
sudah jodoh harus dituruti
umum kahwin bagai nak umum menteri
jangan cerai udah cam erra ngan yusri.
cukup sudah tulisan ku ini
sebagai nasihat dan teladan hari ni
kisah 2 insan ini
kononnya role model masa kini
tercipta dari islam hadhari
yang jadi kebanggaan seantero negeri
bak tua dan juga muda mudi
akhir kata dariku ini
moga malaysia negara ku ini
cemerlang gemilang, terbilang lagi terperi
menjadi kebanggaan seluruh duniawi
bukan kerna siti dan mawi
tapi jadilah insan sejati
mencari jalan kebenaran hakiki
moga hidup selalu diredhai
amin....
dikir barat sampai pagi
sure heboh tiap2 negeri
mufti menegur terus dimaki
kes bunuh hari2
rompak ragut makin menjadi
aurat dah tak ambil peduli
termasuk bini para menteri
hukum hudud selalu dicaci
pelembagaan penjajah di junjung tinggi
pejuang islam ditangkap digari
bapak rasuah pula dipuji
inilah dia islam hadhari
tajaan paklah ahmad badawi
Al-ghazali yang kita cari
rupa2nya Mawi yang ditemui.....
dari kampung ke akademi
dari ngaji nak jadi penyanyi
hidup biasa kini sensasi
dari tsunami jadi tsumawi
menjadi idola masa kini
tapi skrg apa dah jadi
putus tunang bapa pula mati
dulu dijulang kini dicaci
konon mula dah lupa diri
ina ditatang kini di benci
alasan sudah takdir ilahi
alasan lapuk sejak azali
akhirnya putus kahwin tak jadi
hai kau ni mawi apa nak jadi....
kini pula kecoh hal siti
dah tiba masa nak dikahwini
oleh datuk tp bukan menteri
jauh lagi pemimpin tertinggi
kahwin pula nak ikut hati
tak de yang muda lekat dihati
yg tua juga pilihan hati
apa nak jadi kau ni siti..
datuk k tu pula tak sedar diri
dah tua bangka nak kahwin lagi
tak sedar diri anak dah berlari
bagi pompuan sekejab menjadi
alasan kahwin juga takdir ilahi
sudah jodoh harus dituruti
umum kahwin bagai nak umum menteri
jangan cerai udah cam erra ngan yusri.
cukup sudah tulisan ku ini
sebagai nasihat dan teladan hari ni
kisah 2 insan ini
kononnya role model masa kini
tercipta dari islam hadhari
yang jadi kebanggaan seantero negeri
bak tua dan juga muda mudi
akhir kata dariku ini
moga malaysia negara ku ini
cemerlang gemilang, terbilang lagi terperi
menjadi kebanggaan seluruh duniawi
bukan kerna siti dan mawi
tapi jadilah insan sejati
mencari jalan kebenaran hakiki
moga hidup selalu diredhai
amin....
Subscribe to:
Comments (Atom)